mas ojek mas, itulah panggilan yang bijak masuk dalam telingaku, dari sekian tukang ojek hanya panggilan itu yang membuat langkahku terhenti dan memilih untuk menggunakan jasanya.
dari raut wajahnya dia adalah orang yang dekat dengan Allah, penuh dengan cahaya dan kedmaian. dia terlihat seperti umur 2o taunan, tapi ternyata umurnya sudah mencapai 30 tahum, Maha suci Allah atas segala-galanya.
di perjalanan seam bebara rastus metr tidak ada suara apapun, dan akhirnya aku lebih memilih duluan membuka dalogku antara si penumpang dengan tukang ojek,
dan daristulah pembicaraan melebar luas.
biografi
namanya saya tidak tau dan alamatnya jiga kurang tau. dia hanya menceritakan pekerjaanya yang baru saja 1 minggu yang lalu dia keluar karna alasan “saya suah tua, mas”
dia verjerja selama 10 jam, dan dia oulang dari solo sekitar jam 10 malam dan harus segera kestasiun untuk mengojek. ida mengeluhkan tentang keadanya itu, dia sangat berharap ingin lebih lama dengan anaknya dan mendidik anaknya dirumah supaya jadi orang yang soleh.
“saya ketemu anak cuma beberapa jam, saya ingin punya anak yang soleh, tapi bagaimana bisa soleh kalau bapanya ga pernah mengajari anaknya untuk solat, sekarang saya sadar kalau uang itu bukan segalanya. kekayaan tidak akan bermakan kalau tidak ada cinta yang menyelimutnya” itulah tutr bijak dari tukang ojek itu, lanjutnya “sekarang saya keluar dari kerjaan saya biarlah saya mengojek saja, meski hasilnya ga seberapa, tapi saya bisa menikmati cinta diantara keluarga saya”
sungguh luar biasa, kekatan cinta bisa mengalahkan kekuatan materi. dan di akhir perjalanan dia menanyakan tentang saya dan apa yang ingin saya bicarakan.
dan setelah saya membicarakan apa yang ingin saya bicarakan, diapun memberikan nasehatnya untuk saya
“semua orang itu tidak ada yang pintar dan tidak ada yang bodoh, yang ada hnyalah yang rajin dan yang malas, kamu tekunuin aja apa yang sedang kami pelajari, insya Allah, Allah akan memberikan jalan untuk orang-orang yang mau berkerja keras. tetap semangat dan rajin berljar”
entah kenapa setelah mendengr nasehat itu semangatku langsung tumbuh kembali, setela nyampe di kosan jam 24 lebih, aku langsung solat dan langsung buka buku. wah terimakasih pa, meskipun aku tidak kenal namamu, tapi kisah mu tertulis abadi di blog ini, jasamu akan aku kenang.